Karakteristik ujian Bagi orang mukmin

Memang betapa mudahnya lidah kita mengatakan kalimat islam, namun alangkah sulitnya kita menancapkan iman di dalam hati kita sendiri.dan kebanyakan ungkapan lidah tidak sesuai dengan keyakinan hati. Begitu juga , beribu ungkapan lisan tidak sesuai dengan amal perbuatannya. Mukmin yang benar dan jujur adalah yang sesuai antara perkataan dengan perbuatannya.

sedangkan orang munafik, secara lahiriyah saja keliatan bagus dan bersih tetapi hatinya keras bagaikan batu bahkan lebih dari batu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang ada di dalam hati manusia. Mengetahui mata yang tidak jujur dan segala yang tersembunyi di dalam dada. Mengetahui yang munafik dari yang mukmin serta mengetahui yang dusta dari yang jujur.

Sesungguhnya tujuan ditampakkannya rahasia-rahasia hati itu karena Allah ingin menegakkan hujjah atau alasan atas perbuatan-perbuatan manusia selama hidup didunia. Sehingga di akherat nanti tidak ada manusia yang merasa terzalimi dan teraniaya karena dosa yang dibuatnya. Jadi, setiap rahmat yang Allah karuniakan kepada orang-orang mukmin adalah mengharuskan adanya ujian, ujian ini untuk membedakan antara mukmin dan munafik, dan antara yang jujur dengan yang dusta.

Sesungguhnya ujian ini merupakan sebagai standar bagi semua manusia tanpa terkecuali, semenjak diciptakannya adam as.hingga hari kiamat nanti. Allah berfirman, yang artinya : “Alif lam min. apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3). Beberapa karakteristik ujian Allah bagi orang-orang mukmin yang harus kita ketahui untuk bisa bersungguh-sungguh dalam menjalani hidup ini.

Diantaranya adalah: Pertama, Ujian haruslah sulit. Sebab kalau ujian tidak sulit, atau bahkan sangat mudah maka semuanya akan lulus. Baik mukmin ataupun munafik, jadi ujian itu tidak bisa membedakan mana yang mukmin dan mana yang munafik. Kedua, Ujian tersebut bukanlah suatu yang mustahil. Sebab kalau ujian itu mustahil dilakukan, maka kedua-duanya akan gagal baik mukmin maupun munafik. Ketiga, Ujian ini harus seimbang. Artinya, sulit untuk munafik untuk lulus dalam ujian itu, namun bukan berarti pula mustahil dilakukan. Sehingga terbuka kesempatan bagi mukmin untuk lulus dalam ujian tersebut.

Salah satu contoh bentuk ujia itu adalah Jihad di jalan Allah. Bahkan jihad merupakan ujian yang sangat besar, namun bukan mustahil dilakukan. Sebab orang mukmin bisa lulus dalam ujian ini, sedangkan orang munafik tidak akan lulus.Infak dijalan Allah juga ujian. ujian ini juga sulit namun bukan berarti mustahil dilakukan. Orang mukmin mampu melaksanakannya sedangkan munafik belum tentu akan mampu.

Begitu pula bersikap baik terhadap sesama manusia juga ujian, Menahan amarah juga ujian, Ridha dengan hokum Allah juga ujian, berbuat baik kepada orang tua juga ujian, dan seterusnya.,.,.,.,.So, dari seluruh aspek kehidupan, menurut sudut pandang ini adalah ujian,. Allah berfirman, yang artinya: “Dialah yang menjadikan mati dan hidup, agar dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih/paling baeik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Al-Mulk:2) Jadi untuk membuktikan kebenaran iman kita ini adalah harus lulus dalam bentuk ujian-ujian tersebut diatas. Dengan selalu introsfeksi diri dan mengacu kepada karakteristik ujian diatas.

Moga kita termasuk hamba-hamba Allah yang diridhai Nya..,. Amien,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s